»

HOME

Jangan pernah

Jumat, 20 November 2009

Anti Rokok, Mahasiswa Bagikan Permen Karet

Puluhan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) meggelar aksi anti rokok di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI),

Puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia membagikan permen karet dan booklet tentang bahaya merokok kepada pengendara kendaraan bermotor di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Sabtu (21/11) ini.

"Kami ke sini dalam rangka kampanye anti rokok. Ini merupakan program aksi tahunan kami Project On The Move (PROM). Dan tahun ini kami mengambil tema anti rokok," jelas Koordinator PROM, Putri Ratna Dewi, ketika ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, aksi ini mencoba melakukan pendekatan secara personal kepada generasi muda untuk menyadarkan bahaya merokok. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan roadshow ke 10 fakultas di UI, Depok untuk melakukan kampanye anti rokok.

Kemudian, pada 5 Desember 2009 pihaknya berencana menggelar talkshow di Plaza Semanggi dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten. "Nara sumber ada dari Yayasan Jantung Indonesia, dan sebagainya. Kemudian ada bintang tamunya itu Soulvibe," tuturnya.

Dalam aksi ini, pihaknya telah membagikan total sekitar 1.000 booklet sekaligus permen karet baik kepada mahasiswa UI saat rangkaian roadshow beberapa waktu lalu maupun kepada pengendara kendaraan bermotor di Bundaran HI, hari ini. Menurutnya, permen karet ini dapat menjadi salah satu alternatif pengganti rokok bagi generasi muda.sumber:kompas

Rabu, 21 Oktober 2009

Vaksin Rokok Buat Pecandu Rokok

Sudah berupaya segala cara untuk bisa berhenti merokok tapi tetap tidak bisa? Tunggu saja kehadiran vaksin rokok yang dibuat khusus bagi perokok yang bandel. Vaksin itu rencananya akan hadir beberapa bulan lagi di Amerika.

Beberapa orang yang ingin tobat merokok melakukan berbagai cara seperti mengunyah permen karet, olahraga atau mengikuti terapi dalam sebuah grup. Namun kebanyakan dari mereka mengaku tidak bisa berhenti dan terlalu susah untuk menghindari dari kebiasaan merokok.

Tidak heran memang, karena para ahli obat-obatan mengtakan bahwa seseorang yang sudah kecanduan nikotin akan lebih sulit disembuhkan daripada heroin. Menurut The American Cancer Society, dari 44 juta orang yang merokok di Amerika, 70 persennya mengaku ingin berhenti merokok tapi tidak bisa. Hanya 4 hingga 7 persen saja yang benar-benar bisa berhenti.

Tapi harapan berhenti merokok tampaknya bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. The National Institute on Drug Abuse, sebuah divisi di National Institutes of Health rencananya akan menghibahkan US$ 10 juta kepada Nabi Biopharmaceuticals untuk membuat vaksin anti nikotin beberapa bulan lagi.

Vaksin yang nanti diberi nama NicVax itu didesain untuk menstimulasi sistem imun dan menghasilkan antibodi yang menolak nikotin dalam tubuh perokok dan juga melindungi tubuh dari masuknya nikotin ke otak.

Asal tahu saja, ketika seorang perokok menghirup asap rokok, nikotin akan masuk ke dalam jaringan paru-paru, masuk ke aliran arah dan disalurkan ke seluruh bagian tubuh. Karena nikotin adalah molekul yang sangat kecil, maka ia dapat menembus jaringan pertahanan otak dan ikut dalam aliran darah ke otak.

Nikotin kemudian berikatan dengan reseptor di otak yang kemudian memicu pengeluaran hormon dopamin, yaitu hormon yang membuat sensasi enak, nyaman, tenang dan senang. Itulah mengapa orang sedang stres atau bermasalah merasa rokok bisa menenangkan dirinya.

Proses tersebut terjadi sangat cepat dalam tubuh, kurang dari 1 menit setelah rokok dihisap. Itulah yang menyebabkan rokok bersifat candu.

Vaksin NicVax yang rencananya dibuat akhir tahun 2009 ini diyakini bisa menghambat terjadinya ikatan nikotin dengan darah dengan menciptakan antibodi dalam tubuh yang bisa mengikat nikotin. Jadi nikotin akan berikatan dengan antibodi, dan mengahalangi ikatannya dengan darah.

Percobaan pembuatan vaksin tahap ke 3 itu sangat menjanjikan, karena dalam 2 tahap percobaan sebelumnya tidak menimbulkan efek samping apapun. "Partisipan yang diberi vaksin ini dalam percobaan sebelumnya berhasil mengurangi kecanduan merokoknya dalam waktu 12 bulan, yaitu dari semula 20 batang rokok sehari menjadi 10 batang," ujar seorang peneliti seperti dilansir oleh Dr. Sanjay Gupta dalam CNN,sumber detik.com

Hidup sehat

;

Mencoba

Hancur